Kesenian dan budaya merupakan salah satu indikator tingginya sebuah peradaban manusia. Budaya dapat menyelusup pada semua sendi-sendi kehidupan manusia. Atas dasar cinta dan universalitas kehidupan, budaya menjadi cermin keberadaban manusia.

Shalawat adalah bukti ungkapan rasa cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW yang mulia dalam kesempurnaan fisik dan akhlaknya yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai cinta, kemanusiaan dan peradaban. Banyak ragam shalawat, dengan berbagai cara melafalkan, menyanyikan dan merayakan keagungan Rasulullah, setiap daerah memiliki cara, corak, dan ciri khasnya masing-masing.

Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal sebagai kota pendidikan, pariwisata dan budaya, sehingga ketiganya selalu menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Yogyakarta. Banyaknya situs peninggalan leluhur menunjukkan ketinggian peradaban, semisal Candi Prambanan, Candi Kalasan dan banyak candi lainnya. Peninggalan lain dan sampai saat ini masih merupakan simbol ketinggian budaya Yogyakarta adalah Karaton Ngayogyakarto Hadiningrat. Raja-Raja Kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat banyak membangun situs-situs bersejarah seperti masjid-masjid Kagungan Dalem, pesanggrahan peninggalan Raja-raja, makam Raja-raja dan banyak lainnya.

Peninggalan berupa bangunan tersebut tentunya akan berbanding lurus dengan kemajuan peradaban atau budaya masyarakat. Berbagai peninggalan bangunan dan adat istiadat tersebut merupakan aset yang harus dipertahankan dan dikembangkan agar generasi muda sebagai penerus dapat menikmati dan merasakan kebesaran leluhurnya.

Festival Shalawat Jawa ini diselenggarakan untuk mengangkat kembali dan menggali berbagai corak budaya bernuansa islami khususnya shalawat jawa di Indonesia dalam bentuk kompetisi yang bertujuan memberi ruang dan panggung seluas-luasnya bagi kesenian shalawat jawa agar lebih dikenal kembali oleh masyarakat, terutama di kalangan pemuda.

Facebook
Facebook
Twitter
Visit Us
YouTube
YouTube
Pinterest
Instagram